Ini FF ke-2 admin muat. FF ini khusus buat Exo's fans, buat yg Exo's Fans silakan baca FF ini. Hehee..
PS
Ini mrupakan FF dari lirik lagu EXO Moonlight, tapi admin bungkus dalam bentuk FANFICTION. Author nggak copast dari FF manapun! Ini REAL karya author. Jadi, hak cipta dilindungi. Bagi yang mau re-upload sertakan dengan CREDIT a.n blog ini! ^^
Happy reading~~♥
Title : Moonlight
Cast : Do Kyung Soo, Kim Mi Ah
Genre : Romance, Song Fic, Hurt/comfortable
Length : One shoot
Rated : T
Author : @49_AnnidaAula
♪”Datanglah padaku, setiap kau perlu mengistirahatkan hatimu..” Moonlight (Indo trans.)—EXO♪
Apa kau bisa menjelaskan bagaimana rasanya menjadi peri? Memiliki kedua sayap cantik dan bermandikan cahaya bintang. Terbang, melihat indahnya dunia dari atas sana. Di saat malam datang dan merasa gundah kau dapat terbang menuju Bintangmu —di setiap kau perlu mengistirahatkan hatimu.
Dan ketika pagi telah menyapa kau bisa kembali terbang menuju Bulanmu. Sebuah tempat yag tak bisa kusentuh, sebuah tempat yang tak akan bisa kutempati.
~~
Aku tetap menatapmu kosong. Memaksakan agar setiap perkataanku tidak membuat gadis itu meninggalkanku lagi. Di luar sana hujan turun sangat deras. Kim Mi segera beranjak, setelah menyadari bahwa Aku tidak menanggapinya.
"Berhenti." sahutku dengan nada yang datar. Aku masih menatap gadis yang terlihat lemah itu.
Kim Mi berkata dengan suara lembutnya, "Apa? Do Kyung Soo?" Ia berbalik menatapku.
Aku ingin berbicara padanya. Namun, Aku alihkan pandangan ke luar jendela kamarku dan Kim Mi melangkah ke mari.
"Jangan mendekat." ujarku masih dengan suara tanpa nada Ia merapatkan langkahnya di sampingku yang berjarak satu meter dari posisiku berdiri. "Apa kau akan pergi dengan keadaan di luar sana? Kau akan kebasahan, Kim Mi Ah" lanjutku nanar.
Kim Mi berdeham sekali, lalu menatap ke luar jendela. Ia masih tak menjawab pertanyaanku. Sebenarnya bukan pertanyaan, melainkan sebuah permohonan.
Keheningan menyergap kami. Hanya tendengar suara rintikkan air hujan di luar. Kami mematung dan sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Wae?—Kenapa?" suaraku memecah keheningan malam
Ki Mi mengulang perkataanku sekali, "Wae?" Ia menoleh padaku, pancaran matanya penuh rasa sakit.
Aku menghela napas, "Hujan sudah reda. Kau boleh pergi sekarang." ucapku dengan berat hati, lalu tersenyum tipis padanya. Ku menatapnya lekat.
"Ne—Ya. Terima kasih" jawabnya singkat. Begitu? Aku tak ingin kau pergi. Di sinilah, bersamaku. Tataplah mataku!
"Do Kyungsoo.." panggilnya pelan. "Gomawo—Terima kasih." Kimmi mengibaskan tangannya, ia kembali ke pangkuan Bulannya, dan menunjukkan senyum manisnya. Perlahan bayangannya menghilang. Semakin jauh, semakin tertelan kegelapan malam.
Dengan lembut ku berkata, "Kau bisa datang padaku dan beristirahat." Aku hanya bergumam pelan, kembali bertumpu pada titik akhir tatapanku.
♣♣
Kim Mi Ah. Peri cantikku. Yang selalu mendatangiku diam-diam ketika malam tiba. Menghapuskan semua kegelapan malam, dan selalu berhasil membangunkanku dari tidur lelapku.
Kemudian kau meninggalkanku ketika kubuka jendela ini. Ku selalu berpikir, 'Mungkinkah kau kehilangan arah lagi?' Atmosfer malam ini selalu dingin, maka bangunlah. Dan kemarilah, meskipun ku tak bisa menyentuhmu karena ku tahu kau milik Bulanmu, dan tak bisa menyatakan perasaan ini padamu, tetapi Aku selalu bisa berjumpa denganmu, kan?
Dan sekarang kuputuskan untuk mengikutimu dari jarak ini. Kau yang bermandikan cahaya bintang. Benar, belum pernah Aku melihat pemandangan yang menarik seperti itu. Kau benar-benar berkilauan dari sana.
♣♣
Aku berbicara padamu, "Kau dalam pandanganku layaknya sebuah cerita dongeng." Kau kembali mengepakkan sayap kecilmu itu, lantas meninggalkanku.
Inilah kisah sedihku tentang cinta yang tidak terpenuhi.
Suatu hari, kau kembali menuju bulanmu. Kau kembali terjatuh ke dalam genggamannya. Kau kembali jatuh ke dalam pelukannya.
Lalu kau mendekat padaku. Semakin dekat, semakin kuat rasa sakit yang Aku rasakan. Maka dari itu, tolong.. Jangan berada di dekatku.
'Apa hanya dia sang bulanmu? Berhentilah untuk kembali padanya. Dia telah memebuatmu menangis.' Aku melirih padamu, hanya dalam hati.
"Apa kau baik-baik saja?" tanyaku memastikanmu. Kau mengangguk sekali, memandangku lurus.
"Jangan mencoba berbohong padaku." desisku pelan. Kau hanya tersenyum sakit padaku seakan-akan tidak ada apapun yang terjadi.
Sebetulnya Aku tahu apa yang kau rasakan dan apa yang telah terjadi padamu dan Bulanmu.
"Mengapa mimpi-mimpimu begitu berbahaya?" ujarku lirih padamu.
Dan kau menjawab dengan begitu tenang, "Karena..." kau menggantungkan perkataanmu. "Aku sangat menyukainya!" lanjutmu menghentakkan hatiku.
Jantungku berdegup jauh lebih cepat dari sebelumnya. Lalu kau memaksakan senyum indahmu itu tetap berkembang.
Aku tak percaya pada jawabanmu itu, matamu berbicara kebenarannya saat kau berbohong. Kau kembali di dekatku di saat kau masih dalam genggamannya.
♣♣
"Sekarang hentikanlah itu! Hatimu membutuhkan peristirahatan." kataku tajam. Namun kau kembali terjatuh ke dalam pelukannya. Hatiku terasa hancur menjadi kepingan saat melihatmu seperti itu.
Hujan turun sangat deras, dan bahu kecilmu mulai bergetar. Kau kembali mendekat padaku. Jangan mendekat sayang, kedua sayap cantikmu akan basah.
"Diamlah. Aku tak akan bisa meninggalkanmu sendiri" Aku menatapmu seakan kau berada di sisiku selamanya.
Kau terisak lagi, dan bahumu kembali bergetar. Buliran air matamu kembali tumpah. Sungguh, air matamu itu membuatku semakin sakit.
"Apa kau benar-benar menyayangi dia?" suara kecilku bergetar, suara yang tercekat jika berbicara denganmu.
Kau kembali mengangguk lemah, dan menangis di bahuku. Aku melirikmu sekejap.
"Ireona—Bangunlah. Aku amat menyayangimu lebih dari siapapun. Pergilah baik-baik bersama Bulanmu." ungkapku padamu, tapi kurasa itu terdengar seperti sebuah ancaman bagimu. Ancaman. Ancaman yang memilukan. Namun kau tak menyadari bahwa, saat itulah Aku mengutarakannya padamu. Aku memang egois!
Kau mengulum senyum kecil di hadapanku. Matamu berbinar. Dan saat itulah sayapmu kembali mengepak. Kau kembali terbang menuju Bulanmu. Sebuah tempat yang tidak bisa ku sentuh. Sebua tempat yang tak bisa ku tempati.
Dan sebuah jawaban bahwa Aku hanya tempat peristirahatan hatimu. Hanya itu, peri cantikku. Kim Mi Ah.
The end.
Saran? Kritik? Komentar? Silakan tulis di kotak komentar. But, no judge and no bully. Karena author masih pemula, jadi masih butuh arahan. Thanks.
One more, kalau mau re-post silakan! Tapi, sertakan credit! :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar